February 16

Decision Making Process : 4 Langkah Mengambil Keputusan Strategis

0  comments

Hampir setiap individu pasti pernah merasakan penyesalan dalam berbagai level. Terutama ketika salah mengambil keputusan (decision making) yang dinilai sulit dan memerlukan banyak pertimbangan.

Demikian halnya Anda para Business Owner, Manager dan Professional Leader. Tidak jarang Anda mengalami situasi  di mana Anda mengambil keputusan yang buruk. Walaupun Anda dan tim telah bekerja keras mengumpulkan data dan menganalisisnya.

Oleh karena itu, simak 4 langkah ini agar terhindar dari rasa kecewa dan sesal. Akibat keputusan yang Anda ambil sebagai pemimpin dinilai belum tepat.

MENGAPA MENGAMBIL KEPUTUSAN (DECISION MAKING) TIDAK SEMUDAH YANG DIBAYANGKAN?

Decision making adalah sebuah proses pengambilan keputusan berdasarkan informasi yang dikumpulkan. Informasi itu bisa datang dari hasil identifikasi satu atau lebih alternatif pilihan yang ada. Sadar atau tidak, setiap hari kita semua membuat keputusan dalam berbagai momen. “Hari ini cocoknya pakai baju hitam atau putih ya? Lewat jalan besar atau jalan tikus ya?

“You Cannot Make Progress Without Making Decisions.”

~ Jim Rohn

Sama dengan Anda para Business Owner, Manager dan Professional Leader yang menjalankan kegiatan operasional dalam organisasi. Decision making sepertinya sudah menjadi makanan sehari-hari Anda. Tapi memang ada kalanya Anda berada pada situasi dilematis. Saat Anda merasa telah membuat keputusan yang objektif, tapi ternyata keputusan itu masih berdasarkan pada asumsi yang salah.

How to Make Better Decisions
How to Make Better Decisions With John Beshears and Francesca Gino
www.hbr.org/video/4232205461001/how-to-make-better-decisions

John Beshears dan Francesca Gino, para Professor dari Harvard Business School melakukan studi. Studi mereka mencoba memahami mengapa manusia sering membuat keputusan yang buruk. Mereka mengandalkan apa yang Daniel Kahneman sebut dengan sistem 1 dan sistem 2 dalam berpikir.

Sistem 1 ini adalah sistem berpikir yang emosional, mengandalkan perasaan dan respon otomatis. Jika kita terlalu menggantungkan proses pengambilan keputusan kita pada sistem 1, kita akan terbawa ke dalam bias kognitif seperti terlalu percaya diri. Seolah-olah kelompok juga memikirkan hal yang serupa, dan enggan melihat opsi yang lain.

Sedangkan sistem 2 ini lebih mengandalkan logika. Tidak tergesa-gesa, benar-benar mempertimbangkan, dan lebih lamban. Sistem 2 bertugas memberikan sinyal pada kita saat keputusan dari sistem 1 tidak tepat. Terutama saat emosi kita mengaburkan penilaian kita.

Agar kita mampu membuat keputusan yang strategis, kita perlu lebih sering mengakses sistem 2 dalam berpikir. Berikut panduan 4 langkah yang membantu Anda menganalisa opsi-opsi dengan strategis. Agar Anda dapat menjatuhkan keputusan pada pilihan yang strategis. Tidak hanya mengandalkan perasaan atau feeling saja.

Decision Making Process

4 LANGKAH UNTUK MEMANDU PARA BUSINESS OWNER, MANAGER & PROFESSIONAL LEADER MENGAMBIL KEPUTUSAN STRATEGIS

Anda bisa DOWNLOAD DECISION MAKING PROCESS CHART untuk membantu memetakan proses pengambilan keputusan Anda.

  1. Define The Problems

“Saat kita berhasil mendefinisikan masalah kita, sesungguhnya 50% masalah itu sudah terpecahkan.” Seperti kata Amelia Hirawan dalam bukunya Sukses Coaching dengan 101 Pertanyaan Kunci.

Maka sebelum menimbang keputusan, kita perlu memahami dahulu situasi yang sesungguhnya terjadi. Sebagai Business Owner, Manager atau Professional Leader, Anda perlu terbiasa mengobservasi. Mempelajari apa yang menjadi kunci permasalahan yang mendorong Anda untuk mengambil keputusan.

  • What is The Real Issue?
  • What is The Fact?
  1. Put Everything on The Table

Manusia suka dengan pilihan. Ketersediaan pilihan sesungguhnya sangat membantu kita untuk membuat keputusan. Dengan begitu kita jadi punya pembanding yang meyakinkan pilihan kita adalah pilihan yang terbaik.

Namun kenyataannya, semakin banyak pilihan justru malah membuat kita bingung dan ragu. Ini yang sering membuat proses pengambilan keputusan menjadi tersendat. Hal ini wajar, karena semakin banyak variabel yang jadi pertimbangan dan perlu dianalisa lebih mendalam.

Maka Langkah berikut ini mengajak Anda untuk menuangkan semua opsi yang ada tanpa penilaian benar atau salah. Kemudian petakan setiap opsi dan tinjau secara menyeluruh dengan pertanyaan :

  • What am I Gaining?
  • What Price am I Paying?
  • What is The Potential?

Struktur pertanyaan ini diambil dari Layout Chart – The Coaching Game: “Gain and Loss dari Points of You. Peta pertanyaan ini memandu kita memperoleh kejelasan tentang pilihan yang harus kita buat. Melihat alasan dan pertentangan dari perspektif baru.

Dalam konteks organisasi Anda, gunakan perusahaan atau organisasi sebagai frame nya. Contohnya :

  • Apa keuntungannya bagi perusahaan jika memilih opsi tersebut?
  • Apa konsekuensi yang harus dibayar perusahaan jika memilih opsi tersebut?
  • Potensi apa mungkin terjadi bagi perusahaan dari opsi tersebut?
  1. Classify The Options

Golongkan opsi dalam sebuah diagram untuk memudahkan Anda untuk melakukan seleksi terhadap opsi yang ada. Tempatkan opsi diantara keempat kuadran yang tersedia.

1 – SUGGESTED : Gain + | Loss – (besar manfaat dan kecil resiko)

2 – CONSIDERED : Gain + | Loss + (besar manfaat namun besar resiko)

3 – LAST OPTION : Gain – | Loss – (kecil manfaat dan kecil resiko)

4 – IGNORED :  Gain – | Loss + (kecil manfaat namun besar resiko)

Diagram ini membantu Anda para Business Owner, Manager dan Professional Leader untuk melihat keseluruhan gambaran. Opsi mana saja yang disarankan, patut dipertimbangkan, menjadi pilihan terakhir dan lupakan saja.

  1. Making Right Decision vs Making Decision Right

Ini saatnya penentuan. Tidak semua opsi yang ada di kuadran 1, menyenangkan untuk dijalankan. Sebuah artikel di Majalah Havard Business Review, Peter F. Drucker menuliskan bahwa Eksekutif yang efektif tahu keputusan yang tersulit adalah kompromi antara yang benar dan salah, serta bagaimana membedakannya satu sama lain. Mereka juga tahu bahwa Langkah yang paling memakan waktu bukanlah membuat keputusan tetapi menerapkannya.

Tidak ada yang salah secara logis dan matematis menjadikan opsi di kuadran 1 menjadi keputusan Anda. Secara analisa manfaat harusnya terasa tepat (making right decision), tapi pernahkan Anda merasa belum yakin (ngga sreg)? “Sepertinya ada yang ngga pas deh dengan pilihan ini. Kog saya ngga happy ya ngebayangin saat menjalaninya nanti.”

“Always Make Decisions That Prioritize Your Inner Peace.”

~ Izey Victoria Odiase

Rupanya ini yang juga dialami oleh Simon Sinek, penulis buku ‘Start with Why’. Ia rela melepaskan sebuah proyek yang menguntungkan. Setelah ia mengetahui ada ketidakselarasan value dengan perusahaan yang hendak menggandengnya. Walau penawaran itu sangat menggiurkan, Simon lebih mengutamakan kenyamanan dan kepuasan hati saat mengerjakan proyek itu.

Di sini Simon mengetahui dengan jelas ‘WHY’-nya. Pemahaman akan visi dan value nya dalam berkarya ini yang dijadikannya sebagai kompas pemandunya. Bagaimana mengambil keputusan dengan tepat (making decision right), bukan sekedar mengambil keputusan yang tepat (making right decision).

  • What is Your Decision?
  • What Makes Your Decision Right?

VISI, MISI, & BUDAYA PERUSAHAAN SEBAGAI DECISION MAKING COMPASS BAGI PARA BUSINESS OWNER, MANAGER & PROFESSIONAL LEADER

Nah para Business Owner, Manager dan Professional Leader, sekarang Anda mulai melihat bahwa proses pengambilan keputusan tidak sesulit yang Anda bayangkan. Asal Anda setia mengikuti tahapan prosesnya dan yang terpenting Anda punya kompas ‘WHY’-nya dengan jelas.

“It’s not Hard to Make Decisions, Once You Know What Your Values are.”

~ Roy E. Disney

Dalam konteks organisasi; Visi, Misi, dan Value Perusahaan-lah yang menjadi Decision Making Compass nya. Bekal bagi Anda dan perusahaan Anda dalam pengambilan keputusan yang strategis. Maka merumuskan ketiganya menjadi proses yang esensial di tangan para Business Owner atau Founder.

Jika Anda pemilik bisnis yang belum merumuskan Visi, Misi, dan Value Perusahaan dengan tepat atau para Manager & Professional Leader masih ragu bagaimana mengimplementasikannya secara strategis dalam kegiatan operasional di organisasi, kami siap menemani perjalanan Anda melalui Menu Program Corporate Coaching kami. Lets Connect!

Decision Making Process

Pranala luar :

  • www.hbr.org/video/4232205461001/how-to-make-better-decisions
  • www.hbr.org/1967/01/the-effective-decision
  • www.youtube.com/watch?v=gt-sXaLtY4s
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You may also like

ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) YANG MENGANCAM PROFESI COACH, TRAINER, MENTOR DAN KONSULTAN

ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) YANG MENGANCAM PROFESI COACH, TRAINER, MENTOR DAN KONSULTAN

Get in touch

Name*
Email*
Message
0 of 350