May 24

3 Dampak Observasi yang Baik dan Buruk pada Tubuh

0  comments

by Vicky Sutanto

Coaches, coba sebutkan berapa banyak variasi warna hijau daun pada gambar di samping!

“Hijau kekuningan, hijau zamrud, hijau tua, hijau muda, hijau kebiruan, dsb.” 

Saya yakin dalam kondisi Anda yang sedang membaca artikel saat ini, Anda mampu menyebutkan berbagai macam variasi warna hijau lebih banyak dari yang saya sebutkan di atas.

Namun, bagaimana apabila saya berikan instruksi yang sama dalam kondisi Anda yang sedang melakukan perjalanan pulang dari kantor?

Kebanyakan dari kita tidak akan memikirkan untuk mengobservasi berapa banyak warna hijau yang ada pohon. Umumnya yang kita pikirkan adalah… “Pulang nanti makan apa ya?” atau “Ada pekerjaan apa lagi ya yang belum aku selesaikan?” atau bahkan “Ini apaan sih yang bikin macet di jalanan?”, betul atau benar banget Coaches? Hahaha…

Kira – kira seperti itulah gambaran betapa sibuknya kita di dunia, mau kemanapun dan dimanapun selalu saja ada yang kita pikirkan. Jarang sekali kita memutuskan untuk diam, berhenti sejenak dan mengobservasi apa yang sedang terjadi dalam diri kita atau bahkan dunia sekitar.

Pada bulan Maret lalu, saya mengikuti sesi yang diadakan oleh Points of You yang berjudul “The Art & Science of Observation”. Dibawakan oleh Julija Slaby, seorang Points of You Lead Master dari Polandia, dalam sesi ini dibahas tentang apa dampaknya apabila kita mampu mengobservasi dan mengetahui tanda – tanda dalam diri sendiri.

“Knowing yourself first is the beginning of all wisdom.” 

~ Aristotle ~

Sebagai Coach, sering kali kita memusatkan seluruh perhatian pada Coachee. Sebagai Coach, kita memperhatikan diri sendiri terlebih dahulu ketika hendak menghadapi Coachee. Karena seperti yang kita tahu, bahwa Coachee adalah “The Star of The Show”! Merekalah yang seharusnya punya panggung dalam sesi coaching. Hal itu tidak salah namun, alangkah baiknya apabila kita bisa memahami diri kita sendiri terlebih dahulu sebelum memahami orang lain. 

Untuk memahami diri sendiri, diperlukan observasi yang mendalam terhadap diri kita terlebih dahulu. Observasi sendiri memiliki arti “menghadiri”, yang mengharuskan kita untuk memperhatikan. Hanya karena Anda melihat bukan berarti Anda sedang mengobservasi. Observasi lebih dari sekedar melihat, melainkan suatu proses dalam diri yang melibatkan visual dan pikiran. Mari kita berlatih…

Pertama – tama hentikan terlebih dahulu segala kegiatan yang Anda lakukan, kemudian temukan posisi yang rileks bagi Anda, baik itu sambil duduk maupun sambil bersantai dalam posisi tidur juga tidak apa – apa.

Lalu, putar lagu di atas sambil memejamkan mata Anda dan cobalah untuk menghirup serta menghembuskan nafas dengan suatu rasa kelegaan atau rasa syukur atas hal – hal yang terjadi pada hari ini. Amati apa yang terjadi pada tubuh Anda… Pikiran atau perasaan apa yang muncul ketika lagu itu diputar? Adakah gerakan tubuh yang Anda lakukan sewaktu mendengarkan lagu tersebut?

So… hal apa saja yang Anda dapatkan dari proses tersebut? Anda bisa berinteraksi dan menjawab pertanyaan dari saya pada kolom komentar dibawah artikel ini ya! Saya tertarik dengan hasil observasi Anda selama proses tersebut. 

Apabila Anda familiar dengan Points of You, momen jeda yang barusan Anda lakukan di atas adalah Pause, yang merupakan satu dari empat metode yang digunakan dalam proses coaching. Ada juga Coaching Tools dari Points of You yang menggunakan kartu foto, dalam prosesnya Coachee akan diajak untuk mengobservasi kartu foto tersebut untuk Expand, menemukan berbagai sudut pandang maupun solusi atas permasalahan yang dihadapinya. (Temukan metode coaching ala Points of You DI SINI)

Coaching Tools dari Points of You sudah terkenal dengan kemudahan yang diberikan bagi Coach untuk menggali Coachee lebih dalam lagi. Saya akan melakukan demonstrasi kecil bagi Anda dengan salah satu tools-nya yaitu, The Coaching Game

Coba amati gambar di atas… tutuplah terlebih dahulu tulisan “Alone” yang ada pada gambar tersebut. Kemudian, amati objeknya… amati suasananya… amati warnanya. Lalu jawablah pertanyaan – pertanyaan di bawah ini.

  1. Perasaan apa yang muncul sewaktu Anda melihat foto tersebut?
  2. Bagaimana dengan suasananya, apakah suasana dalam foto tersebut membawa kebahagiaan atau kesedihan bagi Anda?
  3. Ketika Anda melihat kartu itu, apakah ada hal yang ingin Anda ubah atau tambahkan atau hapus? Hal apakah itu?

Mengapa pertanyaan – pertanyaan ini yang saya gunakan untuk membimbing Anda? Pertanyaan – pertanyaan di atas bertujuan untuk membantu Anda untuk mengobservasi apa yang terjadi pada foto dan membantu Anda untuk mengkoneksikan foto dengan diri Anda. Foto adalah medium atau safe space yang bisa dimiliki oleh seseorang untuk menceritakan isu yang mereka hadapi tanpa menggunakan diri mereka sebagai perumpamaannya. Anda juga bisa menggunakan pertanyaan – pertanyaan di atas untuk explore dan observasi lebih dalam ruang coaching bersama Coachee Anda. (Dapatkan dan gunakan juga kartu foto dari Points of You DI SINI)

Ketika Anda menyadari isu apa saja yang terjadi pada diri sendiri, pada saat itulah Anda akan tahu hal apa saja yang perlu dilakukan untuk menyelesaikan isu tersebut. Sebagai manusia, pada dasarnya kita sudah memiliki segala kemampuan dan kapabilitas yang dibutuhkan untuk berubah. Itu semua ada di dalam sistem saraf kita, sejak kita kecil yang membantu kita untuk bertahan hidup dengan membedakan mana yang aman dan tidak aman bagi kita. Ilmu sains dari observasi ini bisa disebut dengan istilah “Neuroception”.

Neuroception adalah deteksi tanpa kesadaran. Sebuah cara sistem saraf kita mendengarkan berada di bawah tingkat kesadaran kita pada tiga jalur: di dalam, di luar, di antara. Ketika Anda sudah mengobservasi diri dengan teliti dan menemukan titik masalah yang ada pada tubuh, ada 2 pilihan yang bisa Anda lakukan…

  1. Mendengarkan Neuroception, dan meregulasi emosi dengan baik
  2. Tidak menghiraukan Neuroception

Jika Anda memilih opsi A maka…

  • Anda akan lebih mampu untuk mengelola emosi dan memiliki kapasitas lebih banyak lagi untuk menjalin koneksi yang baru dengan orang lain.
  • Anda akan memiliki ketangguhan yang lebih hebat dalam menghadapi hidup.
  • Tubuh Anda akan terhindarkan dari risiko penyakit yang berbahaya seperti, stroke, diabetes, dll.

Jika Anda memilih opsi B maka…

  • Regulasi emosi yang Anda miliki tidak teratur yang menyebabkan Anda tidak memiliki kapasitas untuk menjalin koneksi dengan orang lain hingga menyebabkan depresi, anxiety, anti-social, dll.
  • Anda mudah mengalami breakdown ketika dihadapi oleh masalah hidup.
  • Tubuh Anda akan lebih rentan dengan penyakit yang berbahaya dimulai dari penyakit radang, pencernaan, pernafasan, atau hal yang lebih kronis lainnya.

Tentunya, sebagai penulis saya tidak ingin Anda mengambil opsi B… Saya harap semua dari Anda yang membaca artikel ini memilih opsi A dan hidup tentram damai sejahtera. Saya berikan satu TIPS terakhir untuk bisa membantu Anda meregulasi emosi Anda.

Ketika ada masalah datang, berhentilah sejenak lalu, tarik dan hembuskan napas dengan penuh rasa syukur… Hal ini bisa menciptakan emosi positif yang dapat menguatkan otak kita sehingga mampu mengambil keputusan dengan baik sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh kita. 

“Take a deep breath. Inhale peace. Exhale happiness.” 

~ A. D. Posey ~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You may also like

Get in Touch

Name*
Email*
Message
0 of 350