September 21

TEKNIK EMPATETHIC LISTENING

0  comments

By: Marcelina R Suganda

Pernahkah Anda memiliki satu klien atau coachee, yang hanya melakukan proses coaching  pada pertemuan saja? Dan kabur atau tidak datang lagi pada pertemuan berikutnya? Meski memang banyak faktor yang dapat menjadi alasan mengapa seseorang tidak melanjutkan proses coaching-nya, namun biasanya faktor yang mempengaruhi adalah hubungan antara coach dan klien atau coachee itu sendiri. 

Maka itulah mengapa membangun rapor dengan klien atau coachee sangatlah penting. Klien atau coachee perlu merasa benar-benar terkoneksi dengan Coach-nya serta perlu merasa didengar dan yakin bahwa Coach yang mereka pilih dapat membantunya menjadi lebih baik. Teknik untuk mendapatkan keyakinan ini pun sangat banyak. Misalnya saja yang pernah dibahas juga dalam sesi Points of You seperti NLP, fasilitasi, dll. Namun dalam artikel ini, ingin mengajak teman-teman tribe mengingat satu teknik yang sebenarnya adalah eknik mendasar dalam dunia coaching dan konseling, yaitu Empathetic Listening.

Apa Itu Empathetic Listening?

Mendengarkan bukanlah sesuatu terobosan ilmu baru yang ada dalam coaching. Justru proses mendengar adalah proses sehari-hari yang sangat biasa kita temui. Namun banyak juga orang yang hanya mendengar tapi tidak mendengarkan. Beberapa coach juga seringkali sekedar mendengar permasalahan yang disampaikan, namun tidak mendalam untuk mendengarkan “sesuatu” yang tidak diucapkan oleh Coachee

Sebenarnya pada artikel kali ini juga ingin mengingatkan kembali pada proses mendengarkan yang terjadi dalam ruang coaching dengan menambahkan ruang berempati, sehingga rapor dengan coachee terbangun dengan baik. 

Empathetic Listening sendiri merupakan suatu kemampuan untuk memahami dan membagikan perasaan orang lain. Membagikan dalam hal ini, bukan disebarluaskan pada orang lain di luar ruang coaching, namun pendengar dalam hal ini Coach, dapat melakukan parafrase yang tepat atas perasaan Coachee. Hal ini diungkapkan oleh Alex Lyon seorang Communication Coach dalam sebuah videonya yang berjudul Empathetic Listening Skills. 

Diungkapkan juga dalam video Lessonbee, makna Empathetic Listening yang didefinisikan oleh Emerald Works sebagai sebuah struktur dan teknik dalam mendengarkan dan bertanya yang mana mengajak Anda untuk mengembangkan relasi yang lebih kuat karena diperhatikan baik dari sisi intelektual (pesan yang disampaikan) dan juga secara emosi yang diungkapkan. Dan sebenarnya ini merupakan active listening dalam level yang berbeda. 

Maka sebenarnya, empathetic listening bukanlah hanya sekedar teknik mendengarkan. Jauh lebih dalam seorang Coach yang menggunakan teknik ini juga akan benar-benar memahami “topi” yang digunakan oleh coachee termasuk perasaan yang muncul dari coachee.

Mengapa Empathetic Listening Penting Bagi Coach?

Empathetic Lsitening merupakan sebuah kemampuan yang penting dalam coaching. Pada sebuah proses coaching kita tahu seringkali saat klien atau coachee menceritakan tantangan yang ia hadapi, seringkali yang disampaikan masih dalam tataran permukaan. Ada hal lain yang bahkan mungkin tidak disadari oleh coachee, yang sebenarnya menjadi sebuah inti isu dari setiap cerita atau tantangan yang ia temui. Coach perlu memiliki kemampuan untuk menangkap makna dibalik cerita yang disampaikan ini, dan perlu secara kritis mempertanyakan. Bahkan yang paling penting adalah kondisi emosi atau perasaan klien atau coachee saat menghadapi hal tersebut. 

Tidak semua klien atau coachee mampu mengungkapkan emosi atau perasaannya dengan cukup baik. Tidak semua klien atau coachee juga mau cukup terbuka terutama pada pertemuan pertama di ruang coaching.  Kemampuan empathetic listening adalah sebuah teknik yang membantu Coach untuk dapat menciptakan sebuah safety net bagi Coachee

Tapi, jangan membayangkan seorang coach yang selalu lembut, dramatis, kalem dan keibuan yaa.. Caranya bisa sangat beragam, yang akan kita bahas dalam bagian yang berikutnya!

Bagaimana Cara Menunjukkan Empathetic Listening?

Dalam sebuah video pembelajaran yang dibuat oleh Lessonbee, mengungkapkan beberapa strategi untuk dapat memiliki kemampuan empathetic listening;

1. Patience / bersabar – ini adalah strategi paling esensial. Coach perlu benar-benar bersabar mencari titik penting dalam mengenali emosi atau perasaan Coachee, bahkan mungkin Coach tidak setuju atau percaya dengan apa yang diungkapkan Coachee. Dalam proses ini Coach perlu menunjukkan penerimaan bukan hanya sekedar setuju dengan apa yang diungkapkan oleh Coachee.

Kuncinya dalam proses ini adalah dengarkan, bersabar dan ulangi apa yang Coachee sampaikan persis dan sama. Dan setelah coachee selesai mengungkapkan, Anda boleh mengambil sebuah kesimpulan perasaan yang diungkapkan oleh coachee. Misalnya; “Jadi Anda merasa tidak diapresiasi oleh atasan Anda, padahal Anda telah rela lembur untuk menyelesaikan proyek ini.”

2. Jangan gunakan bahasa yang defensif – pastikan Anda tidak memberikan pertanyaan langsung dan tertutup atau menyampaikan pendapat yang konfrontatif, bahkan mengungkap fakta penting yang Anda ketahui dengan terlalu cepat. Fakta-fakta ini dapat disampaikan pada waktu yang lebih tepat. Coach hanya perlu berfokus pada apa yang Coachee katakan dan bagaimana perasaannya.

3. Bahasa TubuhCoach perlu menjadi benar-benar mindful dengan mimik wajah serta bahasa tubuh yang ditunjukkan ke coachee agar tidak menimbulkan kesan defensif. Seperti melipat tangan, duduk bersandar, memainkan telepon genggam saat berbicara. 

Selain itu coach juga perlu benar-benar mengobservasi bahasa tubuh coachee. Apakah dalam menyampaikan suatu kalimat tertentu, mereka juga memiliki bahasa tubuh yang berbeda.

Hal yang paling penting dalam mengelola kemampuan untuk menguasai teknik empathetic listening ini dengan lebih ampuh adalah pastinya dengan terus berlatih. Sebab seorang coach akan benar-benar dapat mengamati reaksi coachee, saat Coach berhasil mendengarkan coachee dengan cukup baik. Dan karena itu pula, topik ini akan segera dibawakan dalam topik Coaching Circle bersama Points of You Tribe di bulan Oktober 2023 ini. 

Untuk Coach, Tribe Points of You Indonesia yang memang ingin mendalami hal ini, bisa bergabung dalam Coaching Circle mendatang, karena kita akan mempelajari teknik ini langsung bersama praktisi. Atau saat Anda ingin benar-benar menguasai empathetic listening ini, sebenarnya materi tersebut dibawakan dalam program sertifikasi akademi Points of You di level 2 – Creative Practice. Mengenai hal ini Anda juga dapat tanyakan ke TIM POINTS OF YOU INDONESIA secara lebih lanjut. 

>> Artikel ini masih ada bagian keduanya, dimana dalam artikel tersebut kita akan berlatih mendengar apa yang sebenarnya tidak diungkapkan oleh coachee. Maka, ikuti terus halaman blog atau artikel Points of You Indonesia ya!

RESOURCES

https://www.youtube.com/watch?v=lO1gpzakbik

https://www.youtube.com/watch?v=SnCJIjQxbeY

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You may also like

Get in Touch

Name*
Email*
Message
0 of 350