December 28

ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) YANG MENGANCAM PROFESI COACH, TRAINER, MENTOR DAN KONSULTAN

0  comments

By : Marcelina R Suganda

Pada akhir November, sebuah perusahaan teknologi OpenAI (Artificial Intelligence) mengeluarkan produk terbarunya yang disebut sebagai ChatGPT. Tidak disangka ChatGPT ini kerap diperbincangkan dan menjadi viral akhir-akhir ini. OpenAI sendiri adalah sebuah perusahaan yang mendapatkan back up oleh Microsoft. Jadi bukan sebuah kejutan, jika produk yang dirancang perusahaan teknologi besar ini, menjadi topik pembicaraan di berbagai media sosial dan profesi ini. 

ChatGPT sendiri merupakan sebuah chatbot dimana penggunanya dapat menanyakan pertanyaan dengan menggunakan berbagai bahasa di dunia. Bahkan chatbot ini mampu mendeteksi berbagai gaya penulisan, beberapa model bahasa, atau lebih mudahnya ia dapat memahami pertanyaan kita meski tidak sesuai dengan gaya berbahasa yang benar. Tidak perlu sesuai dengan EYD ataupun saat berbahasa Inggris, kita tidak perlu memiliki grammar yang baik, sebab ChatGPT dapat mengenali hal tersebut.

ChatGPT ini menawarkan respon yang kreatif serta mampu menyesuaikan dengan gaya bahasa seseorang, dengan jawaban yang akurat dan bahkan cukup diplomatis dalam  menjawab beberapa pertanyaan yang terkesan ambigu. ChatGPT ini benar-benar dapat menjawab pertanyaan apapun dengan isu apapun. 
Saat ini ChatGPT terbuka dan dapat digunakan oleh banyak orang di dunia secara gratis. Bahkan ia terus memperbaiki sistemnya, agar makin mudah digunakan. Beberapa ahli mengatakan ChatGPT ini akan sangat bermanfaat dalam industri seperti marketin, advertising, konsultan dan perusahaan finansial. Tidak hanya itu, industry seperti jurnalisme dan penerbitan juga dapat menggunakannya, terutama yang membutuhkan informasi konten yang cepat serta akurat.

Dengan munculnya ChatGPT ini, tiba-tiba dunia juga bergerak, berubah. Batasan atas pekerjaan tertentu juga menjadi salah satu hal yang disoroti, bagaimana akhirnya kami juga menyoroti peran kerja seorang Coach / Trainer / Konsultan / Mentor bagi coachee atau klien yang mereka tangani. 

ANCAMAN BESAR BAGI COACH / TRAINER / CONSULTANT / MENTOR

Bagaimana tidak?

Kalau Anda telah mencobanya, Anda perlu mencoba menggunakan topi menjadi seorang klien yang sedang membutuhkan solusi dari Coach atau Mentor-nya. Ketik pertanyaan apapun, yang mungkin sering Anda temui di lapangan, dan amati bagaimana chatbot ini dapat menjawabnya. Sangat bijaksana dan komprehensif! Atau Anda juga dapat melihatnya melalui gambar yang ada di bawah ini. 

Dengan kecanggihan yang dimiliki oleh ChatGPT ini, setiap orang akan dapat dengan mudah bertanya dan mendapatkan solusi dari sebuah chatbot, tanpa harus merekrut seorang Coach, Mentor, Trainer atau Konsultan. Mereka akan dengan cepat pula mendapatkan saran dari sebuah chatbot dibandingkan menunggu balasan chat dari Coaah atau Mentornya. 
Hal ini tentu menjadi ancaman bagi beberapa profesi yang memang mengandalkan pengetahuan dan keilmuan dalam memberikan layanannya. Juga bagi profesi yang seringkali menjadi pusat pertanyaan bagi klien-kliennya. Profesi ini juga mungkin akan menggeser perannya di tahun-tahun yang akan datang, karena perkembangan teknologi ini membuat para profesional perlu memikirkan ulang bisnis dan peran yang ia ingin ambil di lingkup profesi tersebut. Atau sebagai profesional Coach/ Trainer/ Konsultan / Mentor, hal apa yang sebenarnya membuat Anda pribadi unik dan memiliki pembeda dengan teknologi yang canggih, inilah yang menjadi tugas besar kita untuk tetap bertahan dalam industri ini.

HIGH TECH – HIGH TOUCH

Istilah ini pertama kali saya dengar di sebuah konferensi bisnis yang saya ikuti. Perkembangan teknologi tidak bisa kita cegah, bahkan percepatannya pun tidak dapat kita prediksi. Mungkin saat ini di industri pengembangan SDM di Indonesia masih disibukkan dengan model pembelajaran online dimana-mana. Berbagai perusahaan teknologi lokal, membuat platform pembelajaran dengan menyediakan video-video yang dapat dikonsumsi dengan melakukan pembayaran tertentu. Tidak disangka, ternyata dunia sudah membuat kecanggihan AI lain berupa ChatGPT di akhir November kemarin dan dapat dikonsumsi secara gratis. 

High Tech – High Touch mengingatkan saya pribadi bahwa perlu menerima kehadiran teknologi yang berkembang dan juga memanfaatkan segala kecanggihan yang ada dalam mengembangkan industri yang berkaitan dengan pengembangan SDM ini. Namun, juga tidak melupakan esensi dari manusia itu sendiri yang tetap membutuhkan sentuhan, kehadiran fisik, serta dukungan emosional. Disinilah pembeda pelaku industri ini dengan segala sistem AI yang ada. Maka pertanyaan terbesarnya, apakah kompetensi kita di profesi ini, sudah mampu menjawab tantangan teknologi dan juga mampu “hadir” dalam setiap proses coachee atau klien kita? 

Sistem AI atau ChatGPT mungkin dapat menjawab semua pertanyaan coachee atau klien kita. Namun coachee atau klien kita tidak akan pernah merasakan intensi dan eye contact yang tulus dari Coach-nya, ataupun mendengar langsung pendapat berdasarkan pengalaman Coach mendampingi klien lainnya sebelumnya. Dan seharusnya inilah yang menjadi kekuatan seorang profesional Coach / Trainer / Konsultan / Mentor di masa yang akan datang. 

Tidak hanya itu, para professional Coach/ Trainer/ Konsultan / Mentor juga dapat menggunakan beberapa alat atau media yang dapat dilakukan secara offline, dimana Coachee atau klien dapat benar-benar memegang secara fisik barang tersebut, juga menjadi sebuah diferensiasi seorang Coach. Dan beruntungnya, Anda dapat menggunakan berbagai kartu Points of You ini dalam setiap proses yang Anda lakukan bersama klien. (Ambil sertifikasinya agar menjadi expert di area ini) 

Mungkin kita menjadi kehabisan waktu untuk dapat mengikuti setiap perkembangan yang ada. Mungkin juga karena kesibukan, kita sendiri jadi kurang sadar dengan segala percepatan yang terjadi di dunia ini. Efrat Shani, founder dari Points of You berpendapat bahwa saat kita tidak mampu mengikuti percepatan dan menguasai semua teknologi yang berkembang saat ini, sebagai seorang Coach perlu benar-benar mengasah diri dan menjadi yang terbaik dan sepenuhnya hadir pada proses face to face. Maka, dibandingkan kita mengkritisi dan menyalahkan kemajuan teknologi ini, akan lebih baik jika kita juga benar-benar berfokus mengembangkan kompetensi kita dalam industri ini, serta menjadi yang terbaik dengan menuntaskan program belajar kita hingga level yang paling tinggi (Pendaftaran L3 Turning Point Program sudah dibuka).

READING CLUB

Vanian, Jonathan. (2022). Why tech insiders are so excited about ChatGPT, a chatbot that answers questions and writes essays. Source: cnbc.com. 2022 Desember 17.

—. (2022). OpenAI’s revolutionary chatbot ‘ChatGPT’: See what it is. Source: economictimes.com. 2022 Desember 17. 

Mollick, Ethan. (2022). ChatGPT Is a Tipping Point for AI. Source: hbr.org. 2022 Desember 17. 

Agrawal, Ajay; Gans, Joshua; Goldfarb, Avi. (2022). ChatGPT and How AI Disrupts Industries. Source: hbr.org. 2022 Desember 17

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You may also like

MENDENGARKAN APA YANG TIDAK TERSAMPAIKAN

MENDENGARKAN APA YANG TIDAK TERSAMPAIKAN

Get in Touch

Name*
Email*
Message
0 of 350