February 28

Reflect & Transform: Perjalanan Human Capital Bersama Triputra Group

0  comments

Human capital merupakan aset tidak berwujud—pengetahuan, keterampilan, pengalaman, kompetensi, nilai, dan sikap—yang perlahan membentuk kinerja, produktivitas, dan keberlanjutan organisasi.  Namun satu pertanyaan selalu layak diajukan kembali:

Sudahkah kita benar-benar menjadi human capital yang berkualitas?

Sumber: Dokumentasi Kegiatan

Pertanyaan itu yang membuka ruang kolaborasi antara PT Triputra dan Sinergia Coaching Centre dalam sebuah perjalanan bertajuk HC in Action: Reflect & Transform.

Sebagai grup perusahaan bidang agribusiness, manufacturing, energy, trading & services, hingga education, Triputra memandang pengembangan manusia sebagai fondasi keberlanjutan.

Pada 15 Januari, sekitar 150 peserta dari berbagai divisi dan staf operasional Triputra Group berkumpul dalam HC Gathering. Hari itu bukan hanya berbicara tentang pemaparan Corporate Value, melainkan memperluas sudut pandang tentang area yang masih menjadi isu dan solusi yang bisa dilakukan Triputra untuk menjad an agribusiness group that is best-managed, sesuai visinya.

Lima Fokus, Satu Arah

 Sumber: Dokumentasi Peserta

Triputra memaknai human capital berkualitas dalam lima fokus utama:kepemimpinan level 5, organisasi hebat, bibit baik, tanah subur, dan tata kelola terbaik.

Kelima fokus ini kemudian diterjemahkan ke dalam mindset 5C: Content, Context, Courage, Curiosity, Conviction.

Landasan ini menjadi cermin yan cucur, sebagai Human Capital Triputra: Di titik mana posisi diri saat ini? Apa yang sudah kuat, dan apa yang masih perlu dirawat?

Saat Refleksi Dimulai

Proses refleksi difasilitasi melalui metode Points of You, sebuah pendekatan yang mengajak peserta untuk pause, expand, focus, lalu doing.

Sesi dibuka oleh Ibu Amelia Hirawan dengan satu ajakan sederhana yaitu jeda. Lagu ini mewakili ruang aman untuk hadir sepenuhnya.

Selanjutnya refleksi pertama dimulai dengan pertanyaan:

1.  “What do I receive from this organization?”

Sumber: Dokumentasi Kegiatan

Peserta diminta membuka memori melalui foto tentang pengalaman paling berkesan selama bekerja di Triputra. Sharing dilakukan berpasangan. Ruangan terasa hangat.

Salah satu leader yang sudah bekerja selama 27 tahun membagikan kisahnya yang membuat ruangan hening:

“Saya nggak pernah menyangka, dari bekerja di sini, saya bisa membawa anak lulus kuliah di luar negeri.”

Di titik ini, Compassion—DNA Triputra—terasa nyata. Bukan sekadar nilai yang diucapkan, melainkan praktik yang memberdayakan dan mensejahterakan.
 

2. Which one of the 5C am I lacking?

Sumber: Dokumentasi Kegiatan

Peserta kemudian diajak jujur pada diri sendiri lewat pertanyaan ini. Kami mempersiapkan kertas Flipchart di masing-masing area 5C. Setiap orang diminta memilih satu area 5C yang paling terasa kurang dihidupi, lalu menuliskan satu pertanyaan yang benar-benar mewakili area tersebut.

Setelah pertanyaan dituliskan, peserta bergerak secara literal menuju area yang mereka pilih.

 Dan dari proses itu, satu pola terlihat jelas. Area Courage dipenuhi paling banyak peserta.

Keberanian untuk bersuara.
Keberanian mengambil keputusan.
Keberanian melangkah, meski ada ragu dan risiko.

Momen ini bukan kelemahan yang memalukan, melainkan kesadaran kolektif bahwa keberanian masih perlu dirawat. 

3. Which one of the 5C am I capable of?

Sumber: Dokumentasi Kegiatan

Pertanyaan berikutnya berbalik arah. Peserta berlari menuju area 5C yang paling dikuasai. Ruang kembali bergerak. Namun atmosfernya berbeda. Jika sebelumnya langkah diwarnai keraguan, kali ini hadir dengan keyakinan.

Di setiap area, peserta berkumpul dan mulai berdiskusi. Menariknya, pertanyaan yang dibahas adalah pertanyaan dari proses sebelumnya

Semua area terisi. Namun Content terlihat paling mendominasi.

Ini menjadi penanda bahwa mayoritas HC Triputra telah memiliki pengetahuan, kompetensi, dan kapasitas yang kuat. Bukan sebagai alasan untuk berhenti belajar, melainkan sebagai fondasi untuk saling menopang.

Proses ini terasa saling mendengar dan saling belajar. Sebuah praktik nyata dari DNA Triputra: Humility—kerendahan hati untuk tumbuh bersama.

4. What behaviors or actions can I give to live the 5C in our role?

Sumber: Dokumentasi Peserta 

Pertanyaan ini sebagai penutup refleksi..

Satu kartu visual dari The Coaching Game diambil dari bawah kursi.  Di sana, setiap orang menemukan satu makna yang tanpa dicari dan tanpa dipaksa.

Kami meminta peserta untuk sharing berpasangan dan  membuat kolase dari foto refleksi, lalu membagikannya ke social media sebagai simbol komitmen kecil yang nyata.

Hari itu ditutup dengan rasa hangat.
Bagi sebagian peserta, metode ini terasa baru.
Bagi yang lain, perjalanan ini menjadi pengingat.

Yang Tertinggal Setelah Sesi Usai dan Sekarang Giliran Perusahaan Anda!

Sumber: Dokumentasi Peserta

“Refleksinya dalam. Bukan cuma mikir, tapi benar-benar melihat diri. Visi perusahaan jadi terasa hidup dan terstruktur lewat 5C.”
Nanda, Logistics

“Perjalanan ini mengingatkan kembali semua yang sudah dilewati. Ada momen untuk mengapresiasi diri, dan memikirkan legacy yang ingin ditinggalkan.”
HR Corporate Division Head, Bina Busana Internusa

Pada akhirnya, proses ini menunjukkan bahwa human capital bukan hanya tentang apa yang kita berikan pada organisasi, tetapi siapa yang sedang dibentuk di dalamnya.

Kalau perusahaan Anda tertarik dengan program Inhouse Training dengan metode Points of You, terkoneksi bersama kami yuk!  

Forest.

Even a child knows how valuable the forest is. The fresh, breathtaking smell of trees. Echoing birds flying above that dense magnitude. A stable climate, a sustainable diverse life and a source of culture. Yet, forests and other ecosystems hang in the balance, threatened to become croplands, pasture, and plantations.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You may also like

Get in Touch

Name*
Email*
Message
0 of 350