VISUAL COACHING: Mengapa Itu Efektif Dan Berdampak Saat Melakukan Pendampingan?

Saat berbincang dengan teman – teman lama tentang peran dan profesi kami sekarang ini, ternyata masing – masing memiliki kiprah yang menarik di bidangnya. Banyak di antara kami yang karena profesi, jabatan ataupun usia dituntut untuk mampu menjadi pendamping bagi tim / bawahan di kantornya, pendamping kaum muda dalam kegiatan kemasyarakatan, pendamping pasangan yang bekeluarga dan banyak lagi lainnya. Dalam bahasa psikologi, pendampingan ini dikenal dengan istilah Coaching.

Banyak di antara mereka yang mengeluh tidak cukup efektif saat melakukan coaching. Saya menanyakan apa kendala utama mereka. Ternyata tidak semua orang terbuka untuk melakukan proses coaching atau sebaliknya mereka hadir dengan meletakkan masalahnya ke kepala coach untuk diselesaikan.

Padahal dalam proses coaching, peran coach adalah mendampingi coachee dalam pengambilan keputusan, dengan demikian coachee akan lebih berdaya. Sayangnya, maksud dan niat baik ini tidak tersampaikan dengan baik. Bahkan, metode yang dipilih untuk melakukan coaching ini juga belum tepat.

Kami merangkum 7 kesalahan yang seringkali dialami seseorang dalam melakukan pendampingan kepada orang lain. Kesalahan tersebut antara lain adalah:

1. ​Coach /mentor/manajer/leader yang melakukan coaching tidak memahami esensi dari coaching itu sendiri
2. Coach /mentor/manajer/leader yang melakukan coaching tidak memiliki kemampuan yang baik dalam melakukan coaching
3. Coach /mentor/manajer/leader yang melakukan coaching seringkali terjebak dalam menanggapi setiap masalah dan memberikan nasehat
4. Coach /mentor/manajer/leader yang melakukan coaching tidak memiliki materi yang fokus sehingga masalah atau isu yang dipecahkan tidak jelas
5. Coach /mentor/manajer/leader yang melakukan coaching, tidak memiliki tools atau alat yang dapat mendukung ybs melakukan proses yang efektif
6. Coach /mentor/manajer/leader yang melakukan coaching, membantu seseorang memecahkan masalahnya, namun dari sudut pandangnya sendiri bukan orang tersebut

7. Coach /mentor/manajer/leader yang melakukan coaching, dapat melakukan proses ini dalam waktu yang sangat lama, sehingga pekerjaan lainnya menjadi tertunda atau tidak dikerjakan

Maka, dari kesalahan tersebut yang perlu kita sadari adalah pentingnya bagi seseorang yang melakukan coaching ke orang lain memiliki persiapan yang matang. Baik, dari sisi alat, metode, kemampuan mengatur waktu dan memanajemen program coaching itu sendiri. Saya pun, mencoba mempelajari metode, alat dan proses seperti apa yang dapat diimplementasikan kepada orang lain agar proses coaching ini menjadi lebih efektif. Dan saya pun mulai memilih metode VISUAL COACHING untuk membantu banyak orang dan memberikan dampak kepada mereka.

APA ITU VISUAL COACHING?

Visual coaching merupakan sebuah metode, alat dan proses yang digunakan dalam program coaching dengan menggunakan perangkat visual. Selama ini, seperti banyak yang kita tahu bahwa banyak yang melakukan coaching hanya dengan menggunakan komunikasi verbal.

Misalnya saja, Coach akan bertanya pada Coachee dan Coachee akan menjawab pertanyaan tersebut. Begitu seterusnya sampai proses coaching berakhir. Padahal seperti yang kita tahu, bahwa setiap manusia memiliki representasi yang berbeda-beda. Maka, dalam metode visual coaching ini mengakomodir proses coaching dengan lebih menggunakan perangkat visual seperti foto atau gambar.

MENGAPA VISUAL?

Sekarang, apa yang Anda bayangkan saat mendengar kata “APEL”? Apakah Anda terbayang gambaran buahnya? Atau Anda terbayang huruf “A”, “P”, “E” dan “L”?
Dilansir oleh Harvard Business Review, bahwa dengan menggunakan perangkat visual dapat menciptakan koneksi antar manusia dengan lebih cepat dan secara lebih mendalam. Dan sebenarnya, 90% informasi yang masuk ke otak manusia adalah berupa visual. Anda tentu juga membayangkan buah apel saat mendengar kata apel, bukan?
Maka, saat seseorang mampu menggunakan perangkat visual dalam sebuah proses coaching sebenarnya mereka sebenarnya dapat :
· ​Merasa aman dan nyaman dalam mengekspresikan perasaan mereka
· ​Mampu berbagi pengalaman, personal insight dan nilai-nilainya dengan lebih terbuka
· Meningkatkan kualitas dalam berkomunikasi

· Menciptakan dialog yang kaya untuk berkolaborasi, memecahkan masalah dan mengambil keputusan

MENGAPA VISUAL COACHING INI EFEKTIF & BERDAMPAK?

Berapa waktu yang Anda miliki untuk melakukan coaching pada orang lain? Tiga jam atau dua jam atau satu hari? Bayangkan, Anda bertemu dengan banyak orang yang membutuhkan coaching. Berapa banyak waktu yang harus Anda berikan dan seberapa besar energi yang harus Anda sediakan untuk mendampingi orang lain, sedangkan Anda juga memiliki pekerjaan atau kegiatan lain bukan?
Apakah tidak melakukan coaching merupakan sebuah solusi yang tepat?
Bagaimana apabila profesi dan pekerjaan Anda sarat dengan kegiatan coaching?Sayangnya, tidak melakukan coaching ini bukanlah sebuah yang solusi yang baik. Bukankah akan lebih baik jika Anda memiliki kemampuan dalam melakukan coaching yang lebih efektif dan berdampak? Berikut ini adalah alasan mengapa visual coaching LEBIH EFEKTIF & BERDAMPAK.#1 MUDAHTidak bisa kita pungkiri bahwa untuk melakukan coaching, Coach sendiri perlu mempunyai kemampuan yang memadai. Misalnya saja mampu memberikan pertanyaan yang tepat atau mampu mengkalibrasi reaksi Coachee. Namun, di lapangan banyak kita temui pula bahwa kemampuan tersebut tidak banyak dimiliki oleh Coach. Apalagi yang bidang pekerjaannya tidak memiliki konsentrasi atau fokus pada pengembangan SDM, padahal ia perlu melakukannya untuk dapat mengarahkan orang lain.

Dengan visual coaching ini, kemampuan yang kompleks, yang perlu dimiliki Coach dapat di minimalkan. Adanya perangkat atau alat visual yang mudah diinstruksikan membantu Coach menggali kebutuhan Coachee serta membantu Coachee bergerak pada solusi atas masalahnya.

#2 ​DINAMIS/FLEKSIBEL

M​edia atau perangkat visual mampu memunculkan persepsi, imajinasi dan kreativitas seseorang. Apa yang dipersepsikan dan diimajinasikan seseorang tentunya juga sangat bersumber pada pengalaman hidupnya yang terus bergerak. Maka media ini sangat dinamis dalam menggali pengalaman hidup dan nilai personal individu.

Seperti yang banyak diketahui tes dalam psikologi yang dikembangkan oleh Henry Murray juga bersumber dari gambar di kartu-kartu. Dengan menggunakan media visual ini juga, Murray dapat memahami klien mereka dengan lebih baik serta merancang pertumbuhan personal kliennya di tengah situasi panas perang dunia ke II, saat itu.

#3 DAPAT DINIKMATI

Media atau materi visual muncul karena ide dan kreasi seseorang. Dimana proses pengambilan media visual itu juga melalui seni yang membawa estetika. Maka, Coachee akan lebih rileks dan lebih terbuka dengan stimulus-stimulus yang dapat dinikmati tersebut. Dengan respon yang positif, diharapkan Coachee dapat membuka ruang untuk menceritakan pengalaman serta nilai-nilai yang menjadi latar belakang permasalahan yang dihadapi.

#4 ​EFISIEN

Kembali pada pertanyaan di awal, berapa waktu yang bisa kita bagikan untuk membantu seseorang keluar dari masalahnya? Adanya media dan perangkat visual dalam coaching membantu efisiensi, baik dari sisi waktu bahkan efisien tenaga Anda untuk melakukannya.

Pernah merasakan ikut sedih saat Coachee menceritakan hal sedih? Lalu, seharian Anda juga menjadi murung karena terpengaruh cerita tersebut. Anda menjadi tidak mampu bekerja dengan lebih produktif. Maka, dengan penggunaan media serta perangkat visual dalam coaching ini, membantu Anda para Coach untuk dapat melakukan efisiensi terhadap energi Anda pula.

#5 ​MENYENANGKAN

​Coba Anda buka album di gadget Anda yang berisi foto-foto yang pernah Anda ambil atau yang pernah di bagikan oleh kerabat Anda. Apa rasanya? Bukankah Anda dapat kembali ke memori dimana peristiwa itu muncul? Maka, ada perasaan nyaman dan senang saat momen itu dapat kembali ke hadapan Anda.

Sama halnya dengan media atau perangkat visual dalam coaching ini. Setiap foto atau gambar dirancang dengan sedemikian rupa, untuk membuat Coachee merasa nyaman dan aman. Dengan begitu, ia dapat mengeluarkan potensi terbaiknya atau opini terdalamnya dengan proses yang lebih menyenangkan.

#6 ​MENCERAHKAN

​Peluang akan tampak saat seseorang melihatnya. M​edia atau materi visual membuat Coachee lebih terbuka dalam menerima stimulus. Dampaknya, memicu pikiran untuk bergerak ke sisi lain sehingga muncul persepsi, imajinasi dan kreativitas baru dalam melihat masalah dan peluang solusi. Coachee menjadi tercerahkan.

#7 ​SEDERHANA / SIMPLE

​Bayangkan untuk menguasai proses coaching Anda perlu belajar begitu banyak materi dan begitu banyak kemampuan. Maka menggunakan media atau perangkat gambar akan lebih mudah untuk digunakan dan diaplikasikan. Anda juga tidak perlu menguasai segala bidang keilmuan, apabila Anda perlu melakukan coaching ke berbagai level atau . Namun, hanya dengan foto dan gambar Anda dapat melakukan proses ini.

​Tidak lain, foto atau gambar atau media visual lainnya memang sebagai sebuah media yang universal. Dimana semua orang bisa melakukannya dan mempelajarinya. Dan semua orang cukup familiar dengan bentuknya.

Nah, jadi sebenarnya bukan merupakan sebuah alasan lagi bahwa proses coaching itu sulit dilakukan atau proses coaching itu membutuhkan waktu yang lama. Karena sebenarnya ada media dan perangkat visual yang bisa Anda gunakan untuk melakukan proses ini.

Anda tentu juga dapat mempelajarinya melalui Workshop Points of You ,informasi lebih lanjut bisa Anda lihat di www.pointsofyou.id. Atau Anda juga bisa langsung memiliki media dan perangkat visual yang sangat berdampak dan bermanfaat ini.

​Selamat menerapkan dalam profesi dan peran Anda di keseharian. Dan share juga artikel ini, saat Anda merasakan manfaat untuk menambah pengetahuan Anda

Let’s Spread Kindness Like Confetti www.pointsofyou.id

About the Author