August 22

IDE PERSONAL BRAND UNTUK PARA COACH (Mana Yang Paling Pas?)

0  comments

By: Marcelina R Suganda

Sebagai seseorang yang mendalami ilmu coaching, mungkin beberapa dari kita telah mengikuti berbagai akademi, kelas dan sertifikasi untuk menambah kredibilitas profesi sebagai seorang Coach. Dan seringkali karena terlena melakukan aktivitas belajar ini, sebagai Coach kita menjadi lupa untuk mengamalkannya dan menjalani aktivitas ini selayaknya professional ahli dalam bidang Coaching.

Saya banyak menemui Coach yang secara tidak sengaja dan ingin membantu banyak pihak, kadang ia menjadi seorang Parenting Coach. Namun karena orangtua percaya dengan ybs, mereka jadi mempercayakan anaknya untuk juga bisa mendapatkan coaching, dan walaaa ~ tiba-tiba menjadi seorang Career Coach. Karena karir sangat bersinggungan dengan area lain dalam kehidupan seseorang, maka tiba-tiba ia menjadi seorang Life Coach. Namun, saat diundang menjadi salah satu narasumber dan ditanya tentang profesi yang ingin dituliskan, jadi mulai bingung. Menjadi Parenting Coach, iya; Career Coach juga iya; Merambah juga ke Life Coach; lalu mau ditulis apa kira-kira? Dan apakah dengan banyaknya judul tersebut, membuat seorang Coach makin dipercaya?

Melalui banyak training, coaching dan mentoring bisnis yang pernah saya ikuti, ujung-ujungnya selalu diminta untuk mengerucutkan satu hal yang menjadi satu spesifik Personal Brand yang memang membuat pembeda proses coaching satu dengan yang lainnya. Bahkan dilangsir dalam Search Engine Journal, bahwa sebenarnya Personal Branding adalah sebuah proses membentuk identitas, yang mana menunjukkan nilai Anda sebagai seorang Coach, apa yang Anda perjuangkan, siapa market Anda dan bahkan mengapa market Anda harus memilih Anda dibandingkan kompetitor lain.

Dan bahkan dalam bacaan yang sama, disebutkan pentingnya seseorang memiliki Personal Brand, yaitu antara lain; 

  1. Personal brand akan membantu seseorang “berdiri di tengah keramaian”. Ia akan lebih menjadi sorotan karena spesifikasi brand yang dibangunnya.
  2. Adanya personal brand membuka peluang bagi seseorang untuk memperoleh proyek kolaborasi dengan lembaga lain yang memang memiliki market yang sama dengan Anda. 
  3. Market Anda akan menjadi lebih percaya pada Anda dengan personal brand yang dibangun. Mereka menjadi tahu, apa yang dapat dieskpektasikan dari Anda, sehingga tidak berlebihan dalam bekerjasama dengan mereka. 
  4. Dengan personal brand yang jelas, Anda akan lebih mudah “dicari” dalam situs-situs online, dan tentu saja, ini akan membuka peluang baru bagi pekerjaan Anda.

Walaupun memang dalam proses coaching sebenarnya, ide utamanya cenderung serupa dan prosesnya cenderung sama, namun membuat spesifikasi pada personal brand Anda, akan menjadi satu peluang yang baik di masa depan. Sehingga Anda juga dapat mengamalkan hasil belajar Anda dalam kelas-kelas yang pernah Anda ikuti. 

Di bawah ini ada beberapa ide personal brand yang dapat mulai Anda pikirkan, selain kita akan membahasnya secara lebih mendalam pada Coaching Circle bulan September mendatang.

LIFE COACH 

Seperti Namanya LIFE COACH, artinya memang Coach satu ini memiliki fokus pada pengembangan kehidupan seseorang secara menyeluruh meski tidak mendalam. Yang seringkali menjadi highlight-nya adalah tujuan seseorang, tantangan yang dihadapi dan bagaimana seseorang meningkatkan potensinya dari hari ke hari. Seorang Life Coach akan membantu klien menggunakan dan mengoptimalkan kekuatan yang klien sendiri cari. 

Biasanya Life Coach akan berfokus pada 3 area yang utama yaitu fisik, emosi dan kognisi serta bagaimana ketiga area ini saling terkoneksi. Seorang Life Coach tidak akan berbicara terlalu mendalam saat kliennya memiliki masalah di tempat kerja ataupun relasi kliennya dengan seseorang. Life Coach akan fokus pada tujuan hidup dari klien itu sendiri, dan memberikan tantangan serta pengalaman yang sesuai dengan tujuan tersebut.

CAREER COACH

Berbeda dengan Life Coach, seorang Career Coach lebih mendalami hal yang spesifik dan bicara pula mengenai potensi dan kompetensi. Dalam proses Career Coaching ini sebenarnya tidak hanya melibatkan Coach dan Klien, namun seringkali organisasi atau perusahaan juga terlibat di dalamnya. Tujuan utama dalam proses Career Coaching ini adalah bagaimana seseorang terbantu mencapai goal dalam karirnya dengan menggunakan potensi yang ia miliki. 

Dalam hal ini, seorang Career Coach membantu seseorang untuk membuat perencanaan karir, perubahan karir jika diperlukan, memberikan masukan pada tujuan karirnya serta keputusan penting seseorang dalam karir. Salah satu pelatihan Career Coach yang kami rekomendasikan, KLIK DISINI.

WELLNESS COACH

Bicara soal Wellness Coach, seringkali profesi ini dihubungkan dengan Kesehatan fisik dan mental. Dimana seorang Wellness Coach memiliki kepercayaan bahwa semakin seimbang kegiatan fisik seseorang akan mempengaruhi kesehatan mentalnya. Biasanya yang menjadi fokus seorang Wellness Coach adalah bagaimana seseorang bisa mengelola tekanan atau stress yang ia rasakan, memiliki kebiasaan makan dan berolahraga dengan konsisten sesuai dengan ketertarikan klien, menghilangkan kebiasaan buruk, seperti begadang, rokok, dll, mempelajari meditasi atau Latihan bernafas bagi klien. 

Seseorang yang memiliki spesifikasi sebagai seorang Wellness Coach, tidak hanya memiliki sebuah kebiasaan yang baik. Namun ia juga memastikan bahwa seseorang meningkatkan kualitas hidupnya melalui kegiatan fisik yang terus makin baik setiap harinya.

BUSINESS COACH

Seorang Business Coach mempunyai pekerjaan dengan market yang sangat spesifik, yaitu bagi seseorang yang memiliki bisnis atau Business Owner. Dimana seorang Business Coach seringkali memiliki wawasan yang sangat luas terhadap bisnis secara global dan lokal serta dari berbagai macam industri. Business Coach akan menemani pemilik bisnis agar mencapai target dalam bisnisnya serta juga mampu menjalankan visi dan misi yang memang telah dibuat. Tidak hanya itu, Business Coach juga mendampingi pemilik bisnis untu memiliki strategi yang tepat dalam mencapai hal yang menjadi target dalam bisnis tersebut. 

Dalam hal ini seorang Business Coach biasanya akan juga melakukan proses mentoring terhadap kliennya. Memastikan semua strategi dan perencanaan yang dibuat telah berjalan dengan baik. Serta memastikan pemilik bisnis masih sejalan denga napa yang ia targetkan dan tetap termotivasi.

PARENTING COACH

Tidak ada sekolah untuk menjadi orangtua. Padahal orangtua adalah profesi seumur hidup yang kadang ada dalam posisi dilematis. Wajar bahwa seorang orangtua, butuh pendampingan dari pihak professional untuk dapat memberikan sudut pandang yang berbeda dalam membesarkan putra putri mereka sekaligus menjalani kehidupan rumah tangga. Seorang Parenting Coach akan menjadi teman, pendamping untuk menunjukkan sebuah perjalanan, ikut merayakan kebahagiaan bersama-sama, memahami dan memberikan perspektif yang berbeda pada masalah yang mungkin terjadi dalam hal pengasuhan anak. 

Menjadi seorang Parenting Coach biasanya, mereka akan berfokus bagaimana membangun hubungan yang baik sesama anggota keluarga, komunikasi, koneksi, kejelasan dan juga cinta dalam keluarga.

FINANCIAL COACH

Menjadi seorang Financial Coach, juga memiliki keahlian yang cukup spesifik. Ia juga perlu tahu seluk beluk dalam dunia keuangan, pengelolaan serta juga manfaatnya. Maka pendekatan yang seringkali dipakai oleh seorang Financial Coach adalah bagaimana mengelola perilaku dan emosi kliennya dalam mengelola keuangan personalnya. Termasuk dalam hal ini, seorang Financial Coach akan membantu seseorang memiliki perspektif dalam keputusan finansial dan kebiasaannya dalam menggunakan uang. 

Tidak hanya itu, Financial Coach juga sangat berperan penting bagi seseorang untuk berinvestasi bagi masa depannya, melalui program-program keuangan yang dapat ditemui secara umum. 

HUMAN CAPITAL COACH

Sama seperti Financial Coach, Wellness Coach dan Business Coach, menjadi seorang Human Capital Coach juga berangkat dari pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki seseorang dalam bidang Human Resources atau Human Capital. Sebagai seorang Human Capital Coach, biasanya mereka memiliki tujuan untuk mendampingi pemilik bisnis atau tim HR agar mengutamakan proses interaksi, komunikasi dan membangun budaya organisasi sesuai denga napa yang mereka Yakini. Tidak hanya itu, seorang Human Capital Coach juga memiliki peranan penting untuk dapat menyelaraskan target perusahaan, program bagi karyawan dan juga implementasi budaya perusahaan.

Sebenarnya, masih banyak judul atau brand lain yang dapat digunakan oleh seorang Coach. Namun kuncinya adalah, aktivitas mana yang paling Anda kuasai dan menjadi passion saat Anda melakukannya. Pembahasan ini sebenarnya akan dibahas lebih banyak oleh Digital Marketer Coach pada Coaching Circle mendatang. Pastikan Anda juga hadir yaa… 

Namun ada beberapa catatan, sebelum Anda juga memilih brand di atas sebagai Personal Brand Anda menjadi seorang Coach. Sebab, banyak sekali yang menyalahartikan istilah Coach ini. Seolah-olah hanya dia mengerti materi dan ilmunya, mereka langsung melabel dirinya sebagai seorang Coach. Beberapa hal ini tetap perlu Anda jaga ya;

  • Profesi seorang Coach tentunya dibuktikan dalam bentuk sertifikasi professional yang dikeluarkan oleh lembaga yang ditunjuk dan berwenang. 
  • Menguasai materi dalam bidang tertentu dalam kurun waktu yang cukup lama, memiliki sejumlah kasus nyata dan terbukti Anda berpengalaman dalam menyelesaikannya. Menjadi Coach bukan hanya sekedar menguasai materi atau pertanyaan dari buku ya!
  • Menggunakan media-media dalam coaching dan telah belajar menggunakannya dengan benar untuk proses coaching yang lebih efektif, seperti yang dilakukan dalam akademi Points of You .

Dan, soal branding ini, adakah yang ingin Anda ketahui lebih lanjut?Yuk mari diskusi bersama tim Points of You Indonesia, bagaimana monetize proses akademi Anda menjadi sebuah profesi yang menjanjikan di masa yang akan datang.

RESOURCES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

You may also like

MENDENGARKAN APA YANG TIDAK TERSAMPAIKAN

MENDENGARKAN APA YANG TIDAK TERSAMPAIKAN

Get in Touch

Name*
Email*
Message
0 of 350