
Sebuah jurnal yang diterbitkan oleh Public Health Foundation mengungkap keterikatan dan keterhubungan antara proses Coaching dan proses Fasilitasi. Kedua proses ini saling menyempurnakan untuk mendukung program-program yang berbasis pemberdayaan manusia. Mendorong setiap individu untuk menemukan solusi dari potensi masing-masing, tanpa kontrol dan manipulasi.
Victor Chandrawira, seorang Master Faciliator se-Asia Pasifik yang sudah 22 tahun berpengalaman di dunia fasilitasi juga menemukan bahwa Keterampilan Memfasilitasi yang ia kuasai, efektif memperkuat proses coaching yang ia bawakan hari ini untuk para High Level Senior Executive di Perusahaan Nasional dan Multinasional di Indonesia dan Singapura.
Metode Fasilitasi sangat menjanjikan untuk menggandakan efektivitas proses coaching kita hari ini.
Namun memang belum semua orang familier dengan Metode Fasilitasi yang sesungguhnya. Ada yang masih bias perbedaan antara Fasilitasi dengan Counseling, Training, Consulting, dan Coaching. Padahal saat mengimplementasikannya penting mengetahui metode mana yang bisa saling menguatkan. Karena salah mengkombinasikan, justru malah menurunkan efektivitasnya.
Dari video singkat ini, kita jadi semakin paham bagaimana Fasilitasi erat hubungannya dengan Coaching. Keduanya merupakan proses yang memberdayakan potensi dan sumber daya dari peserta.
Lalu, Bagaimana 5 Skill dan 7 Prinsip yang ada dalam Fasilitasi dapat memperkuat Metode Coaching yang sudah kita pelajari?
#1. Menangkap Pesan Tersurat dan Tersirat dari Coachee
Bahasa tubuh berperan hingga 55% dalam komunikasi, sedangkan intonasi suara 38%, dan kata-kata hanya 7%. Albert Mehrabian, Guru Besar Emeritus Psikologi UCLA menemukan hukum ini dari studi mengenai inkonsistensi pesan verbal dan non-verbal.
Umumnya Coach hanya menangkap konten dari pesan verbal yang diutarakan Coachee, padahal hasil studi menunjukkan bahwa pesan non-verbal juga sangat signifikan peranannya. Disinilah skill & prinsip fasilitasi membantu Coach untuk memiliki ketajaman mengobservasi. Adanya inkonsistensi pesan tersurat dan tersirat dari Coachee memberikan petunjuk baru bagi Coach untuk menggali dan menemukan simpul permasalahannya.
#2. Mempertahankan Kehadiran (Presence) Coach dan Fokus Coachee
Tim riset Microsoft mensurvei 2000 responden dan melakukan tes elektroensefalografi guna mengetahui kemampuan otak. Demikian studi tersebut menemukan rata-rata otak manusia mampu fokus selama 12 detik, dan lima belas tahun kemudian durasi ini turun menjadi 8 detik.
Fenomena ini cukup menantang bagi Coach untuk mempertahankan kehadirannya. Bagaimana tetap fokus menangkap pesan signifikan dari Coachee tanpa terdistraksi oleh pemikirannya sendiri atau asumsi-asumsi. Sebaliknya tantangan ini juga dirasakan Coachee. Asyiknya bercerita sering membuat percakapan coaching jadi melebar kemana-mana.
Fasilitasi membekali Coach agar semakin terampil menangkap kata kunci dan merangkainya menjadi satu peta berpikir yang runut. Coach dan Coachee jadi mampu melihat 360 derajat peta permasalahannya. Akhirnya pertanyaan Coach bisa semakin tajam dan Coachee semakin jelas dengan inti permasalahannya dan tidak berputar-putar.
#3. Mengurangi Godaan untuk Mengarahkan Coachee
"Iya nih kelamaan kalau nunggu Coachee nemuin idenya... Jadi saya bantu beri opsinya." Memang ngga cukup kalau Coach hanya mengandalkan kesabarannya. Melakukan parafrase pada pertanyaan juga belum tentu efektif membangunkan potensi dari dalam diri Coachee.
Daripada Coach terjebak emosi menunggu Coachee menemukan insight, lebih keren kalau Coach juga bisa terampil menggunakan alat peraga yang memancing kreativitas Coachee. Ada beragam Model Fasilitasi yang bisa dikombinasikan dalam percakapan coaching untuk menstimulasi ide-ide Coachee.
#4. Mengefektifkan Waktu & Menghidupkan Suasana Group Coaching
Memang ada perbedaan signifikan saat memfasilitasi proses one-on-one coaching dibandingkan dengan group coaching. Kita tidak punya kemewahan waktu bagi setiap peserta untuk sharing. Coach juga tidak sepenuhnya leluasa untuk menggali secara mendalam tiap-tiap peserta.
Katakan saja ada 10 orang dalam group coaching Anda. Lalu Anda mulai memproses seorang peserta dan singkat cerita, Anda menghabiskan waktu 10 menit tanya jawab bersamanya. Kebayang kan betapa membosankannya bagi peserta terakhir menunggu gilirannya.
5 Skill & 7 Prinsip Fasilitasi inilah yang membekali para Coach untuk menghidupkan suasana agar TIDAK BORING. Waktu coaching menjadi efektif bagi semua peserta untuk AKTIF & TERLIBAT.




Sudah Baik jika proses coaching Anda selama ini difokuskan pada Power Question dan Active Listening. Ditambah lagi barusan Anda mendapatkan wawasan baru. Ada 5 Skill & 7 Prinsip Fasilitasi yang ternyata bisa memperkuat interaksi dalam proses coaching Anda.
Apa saja 5 Skill dan 7 Prinsip Fasilitasi itu?
Bagaimana Cara Melatihnya & Mengimplementasikannya dalam Coaching?
Tenang saja, semuanya bisa dipelajari dengan mudah. Anda tidak perlu repot mencari info jadwal terdekat, mencocokkan dengan agenda aktivitas Anda, dan sebel jika tanggalnya tidak ada yang cocok.
Dengan kemudahan hari ini, Anda bisa pelajari keseluruhan materi tentang Fasilitasi darimana saja dan kapan saja. Tentukan jam belajar Anda dengan fleksibel, mau weekdays / weekend, mau pagi / siang / malam, mau sambil olahraga atau sambil menunggu bebas dari kemacetan.
Kami sudah menyediakan 3 Modul Utama yang mengakomodir :

Lesson 1 : The Beauty of Facilitation
Lesson 2 : What is The Difference Between Counsulting, Counseling, Training, Coaching, and Facilitating?
Lesson 3 : How to Be A Facilitator
Lesson 4 : Area of Facilitation

Lesson 1 : Observation
Lesson 2 : Short Direct Instruction
Lesson 3 : Power Questions
Lesson 4 : Capturing Keywords
Lesson 5 : Mapping The Train of Thoughts

Lesson 1 : Readiness
Lesson 2 : Clarity
Lesson 3 : Rule of 7
Lesson 4 : Neutrality
Lesson 5 : Growth
Lesson 6 : Kowledgeability
Lesson 7 : Abundance
Lesson 8 : One Page Concept
Get VOUCHER DISCOUNT 50%
You missed out!
Normal Price
IDR
700.000
Voucher 50% - Hemat 360k
IDR
340.000
Lengkapi Data Anda dibawah ini untuk mendapatkan Akses Modul...


Frequently Asked Question (FAQ)
Klik Tombol "Minta Akses Modul Pembelajaran" yang tersedia. Kemudian Anda akan dipandu untuk proses registrasi dan administrasinya. Setelah melakukan konfirmasi pembayaran, tim kami akan membuatkan sebuah akun untuk Anda. Selanjutnya Anda bisa mengakses video-video modul pembelajaran Mastering Facilitation sepuasnya.
Ada 3 Modul Utama yang akan membedah dengan lengkap, serba-serbi Metode Fasilitasi; 5 Skill Dasar Fasilitasi & 7 Prinsip Dasar yang dapat diimplementasikan untuk memperkuat pondasi proses coaching Anda. Di setiap modul ada sekitar 4 - 8 Lesson yang dapat dipelajari berulang-ulang.
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan Anda terkoneksi dengan tim kami di 081-333-065-345. Dengan senang hati kami akan support kebutuhan Anda.
Semua Modul dan Video Lesson telah terinventori secara rapi di "Facilitator Wishlist" agar mudah untuk diakses kapanpun dan dimanapun. "Facilitator Wishlist" merupakan platform pembelajaran digital yang berisi sumber-sumber pembelajaran untuk kebutuhan peningkatan keterampilan people development Anda.
Semua sumber pembelajaran dalam Modul Mastering Facilitation ini langsung datang dari Victor Chandrawira, Sang Master Facilitator se Asia Pasifik. Beliau mendedikasikan seluruh perjalanan karirnya di dunia fasilitasi dalam berbagai multi-lateral meeting seperti RSPO, APEC, WTO, GEF dan United Nations seperti UNDP, WHO, UNICEF, dan The World Bank.
Sejak 2011 hingga sekarang, ia juga memfasilitasi coaching untuk High Level Senior Executive di Perusahaan Nasional dan Multinasional yang ada di Indonesia dan Singapura.
Ingin mengkonsultasikan dahulu kebutuhan pembelajaran Anda? Let's Connect ~ 081.333.065.345